Selamat Berjuang Tim-Tim NBL Indonesia
10:08, 16/10/2010
DIMULAI: Comissioner NBL Indonesia Azrul Ananda (keempat dari kiri) usai temu pers di Atrium DBL Arena, Surabaya, kemarin (15/10).
Pukul 18.00 WIB, dua raksasa Jakarta, Satria Muda Britama dan Aspac Jakarta, bakal berebut kesempatan untuk meraih kemenangan perdana di musim reguler 2010-2011. Kemudian, pukul 20.00 WIB, giliran “tuan rumah” Nuvo CLS Knights Surabaya beradu melawan monster Jakarta, Pelita Jaya Esia (Live JTV).
Jumat kemarin (15/10), hampir semua klub peserta NBL Indonesia sudah tiba di Surabaya. Di musim baru ini, semua klub (sepuluh) memang hadir di setiap seri. Seri perdana di Surabaya ini akan berlangsung setiap hari, hingga 24 Oktober mendatang.
Kemarin, jumpa pers perdana juga sudah diselenggarakan di atrium DBL Arena Surabaya. Rastafari Horongbala, head coach Pelita Jaya, menyebut timnya sudah berlatih keras untuk menghadapi seri perdana di Surabaya ini.
Mau tidak mau memang harus begitu, karena dia melihat klub-klub lain juga begitu serius dan bersemangat menghadapi musim perdana NBL Indonesia.
Tidak seperti dalam beberapa tahun terakhir, saat liga tertinggi di Indonesia masih bernama Indonesian Basketball League (IBL). “Semangat tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami tentu ingin menjadi yang pertama meraih juara di NBL,” tegasnya.
Semangat serupa disampaikan Tjetjep Firmansyah, pelatih Dell Aspac Jakarta. “Mesin sudah dipanasi. Sekaranglah saatnya untuk memacu mobil,” ujarnya saat latihan menjajal lapangan di DBL Arena, kemarin sore.
Bagi PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sebagai pengelola NBL Indonesia, pembukaan ini sudah ingin segera diselenggarakan dan diselesaikan. Seperti tim-tim: Persiapan sudah banyak dilakukan, tinggal eksekusi.
“Kami senang sekaligus agak nervous menghadapi seri perdana ini. Karena sudah dinanti-nantikan orang, dan orang punya ekspektasi cukup tinggi. Kami memang sudah sukses menyelenggarakan banyak kompetisi, tapi rasanya seperti akan melahirkan bayi baru,” tutur Azrul Ananda, direktur DBL Indonesia, commissioner NBL Indonesia.
Persiapan terakhir adalah meeting bersama semua pihak, seperti penyelenggara, tim wasit dari PB Perbasi, dan pelatih NBL Indonesia. “Ini untuk menyamakan persepsi,” kata Julisa Rastafari, Ketua Bidang III PB Perbasi. (nur/ang/jpnn)
Beri komentar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar